KINERJA TPT KUARTAL 1 2009; EKSPOR TURUN, TREND MEMBAIK

Perlambatan ekonomi dunia masih dirasakan dikuartal pertama perdagangan Tekstil & Produk Tekstil (TPT), kondisi ini diwakili oleh penurunan nilai impor Amerika Serikat dikuartal pertama yang turun 12,66% (yoy). Kondisi ini diikuti oleh penurunan nilai ekspor hampir semua negara suplier TPT ke pasar AS termasuk China (-7%), India (-11%), Meksiko (-19%) dan negara lainnya, tidak termasuk Vietnam, Indonesia dan Bangladesh yang mengalami pertumbuhan ekspor masing-masing 6%, 2,4% dan 15% (Sumber data Dept. Perdagangan AS).

Perlambatan ekonomi dunia masih dirasakan dikuartal pertama perdagangan Tekstil & Produk Tekstil (TPT), kondisi ini diwakili oleh penurunan nilai impor Amerika Serikat dikuartal pertama yang turun 12,66% (yoy). Kondisi ini diikuti oleh penurunan nilai ekspor hampir semua negara suplier TPT ke pasar AS termasuk China (-7%), India (-11%), Meksiko (-19%) dan negara lainnya, tidak termasuk Vietnam, Indonesia dan Bangladesh yang mengalami pertumbuhan ekspor masing-masing 6%, 2,4% dan 15% (Sumber data Dept. Perdagangan AS).

Namun pertumbuhan ekspor TPT Indonesia ke Amerika Serikat tidak diikuti oleh pertumbuhan ekspor ke wilayah lainnya yang justru mengalami penurunan, sehingga secara total nilai ekspor TPT dikuartal pertama turun 13,9% (yoy). Penurunan nilai ekspor terutama dialami oleh produk benang dan kain yang turun 28,1% sedangkan pakaian jadi hanya turun 4%.

Menurut SekJend Ikatan Alumni ITT-STTT, Redma Gita Wirawasta, kondisi ini jelas menunjukan bahwa pasar TPT dunia tengah menciut, sehingga pertumbuhan ekspor sebagian besar negara-negara produsen terkoreksi secara signifikan. Tiga negara yang mengalami pertumbuhan positif dipasar Amerika Serikat memang sudah diperkirakan sejak awal menyusul relokasi perusahaan garment asal Korea Selatan, China dan Taiwan ke Vietnam, Bangladesh dan sedikit ke Indonesia.

Menyinggung turunnya total ekspor TPT dikuartal pertama, Redma mengungkapkan bahwa posisi terendah penurunan pertumbuhan ekspor TPT kita ada di kuartal tiga ke kuartal empat 2008 yang turunnya mencapai 19%. Sedangkan perbandingan kuartal empat 2008 dengan kuartal pertama 2009, nilai ekspor TPT kita hanya turun 3,47%. “Artinya, nilai ekspor TPT dikuartal pertama 2009 masih turun, hanya turunnya melandai, sehingga memunculkan optimisme yang cukup besar di kuartal selanjutnya karena trendnya membaik” tegasnya.

 

Pasar Domestik

Data yang dirilis Ikatan Alumni ITT-STTT menunjukan bahwa konsumsi dipasar domestik kuartal pertama tahun ini mengalami pertumbuhan sekitar 25% (yoy) atau 67,5 ribu ton lebih banyak dari kuartal pertama 2008 yang hanya mencapai 270 ribu ton. Peningkatatan konsumsi ini didorong oleh konsumsi masyarakat untuk kepentingan Pemilu Legislatif untuk pembuatan kaos, rompi, topi, spanduk dan atribut kampanye lainnya. Namun pertumbuhan konsumsi ini tidak sepenuhnya dinikmati oleh produsen TPT dalam negeri karena beberapa partai masih mengimpor atribut-atribut kampanyenya.

Menurut Analis Pemasaran sekaligus Direktur Marketing Indotextiles, Yuliab Koersen, dari 25% pertumbuhan konsumsi dipasar domestik, produsen lokal hanya menikmati sekitar 15% saja, sedang 10% sisanya berasal dari produk-produk impor. “Terutama kaos oblong, sekitar 50%-nya adalah produk impor, disini hanya sablonnya saja” jelasnya.

Trend segmentasi seragam dikuartal pertama tahun ini secara signifikan menunjukan pertumbuhan, yang didorong oleh kecenderungan perusahaan terutama dibidang jasa yang kini mengarah ke “fashion uniform” demi terus meningkatkan brand image dan character image perusahaannya. Ditambah dengan semakin aktifnya para fashion designer mengeluarkan koleksi-koleksinya hingga mendorong peningkatan konsumsi. “Jadi secara total, kinerja penjualan dipasar domestik masih relatif dapat terjaga, hanya saja kita tidak dapat memaksimalkan peluang, seharusnya bisa lebih baik” tegasnya.

 

Tags: